<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="8123">
 <titleInfo>
  <title>Makna Ketidakadilan Atas Perlakuan Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) terhadap Napi Perempuan:</title>
  <subTitle>Analisis Semiotika Film Dokumenter “Invisible Hopes”</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Firyal Fakhira Areshaska</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>LSPR</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Film dokumenter Indonesia yang mengangkat banyak isu sosial di dunia nyata memiliki tingkat penonton yang cukup rendah. Sangat disayangkan karena isu sosial yang diangkat adalah benar terjadi dan seharusnya masyarakat serta pemerintah dapat mengetahui lalu mencari solusi dari masalah yang ada di sekitar kita. Tujuan penelitian ini adalah menemukan makna denotatif, konotatif dan mitos berdasarkan model Roland Barthes didukung oleh teori kritis dari Jurgen Habermas mengenai ketidakadilan yang dirasakan oleh Ibu dan anak-anak yang tinggal di lapas dalam representasi film Invisible Hopes. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan semiotika Roland Barthes. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya makna ketidakadilan yang dirasakan oleh Ibu dan anak-anak yang diungkapkan dalam makna sosial dan budaya yang terkandung dalam tanda-tanda semiotika dan sudut pandang emansipasi, yaitu hak asasi manusia yang perlu dijunjung lagi, baik dalam kebutuhan dasar, fasilitas, dukungan emosional dan pendidikan untuk Ibu narapidana yang sedang menyelesaikan masa tuntutannya dan anak-anak yang tinggal di penjara. &#13;
&#13;
Kata Kunci: Film dokumenter, Kehidupan di Lapas, Ketidakadilan   &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>kualitatif</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>skripsi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Mass Communications</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Alex Sobur</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>2023</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Firyal Fakhira Areshaska</topic>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Library LSPR Institute of Communication and Business Amani Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>S1.MC.027.23</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">S101747SP</numerationAndChronology>
    <sublocation>Hanya Tersedia Softcopy.</sublocation>
    <shelfLocator>S1.MC.027.23</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals/>
 <slims:image>sampul_skripsi.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>8123</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-02-06 13:23:27</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-03-01 16:27:28</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>